bukan sarang penyamun

Bagaimana bila kita membutuhkan barang yang kita inginkan tapi isi dompet tidak dapat menjangkau, jangan berputus asa dulu, mungkin dengan membeli barang yang second (tangan kedua) sebagai alternative yang bisa dipilih oleh masyarakat, dengan begitu masyarakat bisa memenuhi keinginannya dengan melakukan transaksi di beberapa tempat-tempat yang menyediakan barang-barang second dan tentunya dengan selisi harga yang cukup mencolok, pasar maling di surabaya contohnya, mendengar kata “maling” mungkin kita sedikit ngeri atau trouma, tapi jangan salah ini bukan tempat atau sarang para penyamun atau pun black market, justru pasar maling ini dapat menunjang perekonomian masyarakat kota surabaya dan sekitarnya.

pasar yang berderet di sepanjang gang sempit di Jalan Bubutan Surabaya, satu blok dengan bekas pasar Turi ini menjadi ajang transaksi masyarakat sekitar surabaya, dan menjadi pusat perekonomian kalangan bawah, mulai dari pedagang asongan sampai emperan mereka berkumpul di tempat ini untuk menjajakan dagangan mereka, pasar yang beroperasi mulai jam 02.00 sampai 07.00 pagi ini cukup unik para calon pembeli harus membawa senter sebab tidak ada penerangan di pasar maling tersebut.

keteletian para pembeli merupakan suatu hal yang wajib, meski pun kita menemukan barang yang kita inginkan tapi kalo tidak berkulitas tentu kita merasa kecewa, maka dari itu bila anda berkunjung kapasar maling pastikan anda membawa senter sebagai penerangan dan teliti sebelum membeli.

kalau kita ke surabaya tidak ada salahnya kita mampir dulu ke pasar maling surabaya, siapa tahu kita mendapatkan barang yang murah dan berkualitas di pasar tersebut, sekian dulu black in news dari pasar maling surabaya.

Leave a Comment.